Pada
WWTP terdapat 4 kolam penampungan sebagai inlet yang disebut Storage Pond A,
Storage Pond B, Storage Pond C, dan Storage Pond D. Storage
Pond A merupakan kolam penampung dari air reject pada WTP (Water Treatment
Plant). Storage Pond B merupakan kolam penampung untuk air limbah
dari kegiatan turbin. Storage Pond C merupakan kolam penampung untuk air
limbah dari proses pada boiler atau air blowdown pit. Storage Pond D
merupakan air limbah dari pencucian Transfer Tower dan air limpasan batu bara
atau Coal Yard Run-Off (CYRO). Pada Storage Pond terdapat roots blower
yang berfungsi untuk menghomogenkan air limbah.
Setelah
air limbah dihomogenkan di Storage Pond, air limbah akan diolah di
beberapa unit, sebagai berikut:
1) pH
Regulation Tank
Air
limbah masuk ke pH regulation tank kemudian
diinjeksikan asam dan basa dan di dalam pH regulation tank
terdapat agitator untuk mencampurkan air limbah dengan asam dan basa yang
diinjeksikan. pH regulation tank berfungsi mengatur nilai pH air limbah
hingga range 6 – 9.
1) Coagulating
Tank
Pada
coagulating tank terdapat agitator untuk pengadukan cepat. Pengadukan
cepat bertujuan untuk. Pada coagulating tank juga ditambahkan koagulan
yaitu Alumunium Sulfat atau Poly Alumunium Chloride (PAC) dengan
konsentrasi 2,5%.
2) Reaction
Tank
Pada
reaction tank ditambahkan koagulan aid (flokulan) dengan konsentrasi
0.25% dan dilakukan pengadukan lambat menggunakan agitator. Setelah koagulan
dan koagulan aid tercampur maka air limbah akan mengalir melalui inclined
pipe clarifier.
3) Lamela
Clarifie
Pada Lamella Clarifier, flok yang terbentuk akan mengendap dengan pelan pada dasar clarifier, air limbah mengalir melalui saluran pengumpul menuju neutralization water basin secara overflow.
4) Neutralization
Water Basin
Pada
Neutralization Water Basin, dilakukan kontrol pH dalam range 6-9 dengan
pengaturan dosis asam basa.
5) Clarified
Water Basin
Air
dari Neutralization Water Basin akan mengalir secara overflow ke Clarified
Water Basin dan kemudian dipompa menuju Reuse Pond.
6) Concentration
Pool
Sludge
dari Lamella Clarifier dipompa menuju concentration pool untuk
mengurangi kadar air pada lumpur. Kadar air dikurangi menggunakan scrapper.
Air limbah dari proses pengurangan kadar air dialirkan menuju Storage Pond A.
7) Dehidrator
Sludge
dari Concentration Pool dipompa menuju dehidrator menggunakan sludge
transfer pump. Dehidrant (flokulan) diinjeksikan pada saluran inlet
dehidrator untuk membentuk sludge membesar dan flok padat.
No comments:
Post a Comment