Pages

Ads 468x60px

Monday, 23 December 2019

Waste Water Treatment Plant PLTU Paiton Unit 9





Pada WWTP terdapat 4 kolam penampungan sebagai inlet yang disebut Storage Pond A, Storage Pond B, Storage Pond C, dan Storage Pond D. Storage Pond A merupakan kolam penampung dari air reject pada WTP (Water Treatment Plant). Storage Pond B merupakan kolam penampung untuk air limbah dari kegiatan turbin. Storage Pond C merupakan kolam penampung untuk air limbah dari proses pada boiler atau air blowdown pit. Storage Pond D merupakan air limbah dari pencucian Transfer Tower dan air limpasan batu bara atau Coal Yard Run-Off (CYRO). Pada Storage Pond terdapat roots blower yang berfungsi untuk menghomogenkan air limbah.
 
Setelah air limbah dihomogenkan di Storage Pond, air limbah akan diolah di beberapa unit, sebagai berikut:
1)   pH Regulation Tank
Air limbah masuk ke pH regulation tank kemudian  diinjeksikan asam dan basa dan di dalam pH regulation tank terdapat agitator untuk mencampurkan air limbah dengan asam dan basa yang diinjeksikan. pH regulation tank berfungsi mengatur nilai pH air limbah hingga range 6 – 9. 

1)   Coagulating Tank
Pada coagulating tank terdapat agitator untuk pengadukan cepat. Pengadukan cepat bertujuan untuk. Pada coagulating tank juga ditambahkan koagulan yaitu Alumunium Sulfat atau Poly Alumunium Chloride (PAC) dengan konsentrasi 2,5%.
2)   Reaction Tank
Pada reaction tank ditambahkan koagulan aid (flokulan) dengan konsentrasi 0.25% dan dilakukan pengadukan lambat menggunakan agitator. Setelah koagulan dan koagulan aid tercampur maka air limbah akan mengalir melalui inclined pipe clarifier.

3)   Lamela Clarifie








Pada Lamella Clarifier, flok yang terbentuk akan mengendap dengan pelan pada dasar clarifier, air limbah mengalir melalui saluran pengumpul menuju neutralization water basin secara overflow.

4)   Neutralization Water Basin
Pada Neutralization Water Basin, dilakukan kontrol pH dalam range 6-9 dengan pengaturan dosis asam basa.
5)   Clarified Water Basin
Air dari Neutralization Water Basin akan mengalir secara overflow ke Clarified Water Basin dan kemudian dipompa menuju Reuse Pond.

6)   Concentration Pool
Sludge dari Lamella Clarifier dipompa menuju concentration pool untuk mengurangi kadar air pada lumpur. Kadar air dikurangi menggunakan scrapper. Air limbah dari proses pengurangan kadar air dialirkan menuju Storage Pond A. 

7)   Dehidrator
Sludge dari Concentration Pool dipompa menuju dehidrator menggunakan sludge transfer pump. Dehidrant (flokulan) diinjeksikan pada saluran inlet dehidrator untuk membentuk sludge membesar dan flok padat.






 








No comments:

Post a Comment