Pages

Ads 468x60px

Friday, 21 December 2018

Praktikum Teknik Analisis Pencemaran Limbah Cair dan Lumpur : Analisis Logam Berat Cu


Capaian Pembelajaran Khusus
Mahasiswa mampu menentukan besarnya kadar logam berat Cu yang terlarut dalam air.
 
Dasar Teori
Logam Cu merupakan logam yang bersifat esensial, yaitu logam yang dalam jumlah tertentu dibutuhkan oleh organisme. Namun dalam kadar tertentu, logam tersebut dapat menimbulakan efek toksik. Pada konsentrasi Cu 0,01 ppm dapat membunuh fitoplankton karena Cu dapat menghambat aktivitas enzim dalam pembelahan sel fitoplankton. Konsentrasi Cu yang lebih besar lagi, yakni kisaran 2,5 – 3 ppm dapat membunuh ikan-ikan yang berada di badan air. Secara alamiah tembaga dapat masuk ke dalam suatu lingkungan akbat dari berbagai peristiwa alam, seperti peristiwa pengikisan (erosi) dari baruan mineral. Sedangkan jika melalui jalur non ilmiah, tembaga masuk ke tatanan lingkungan sebagai akibat dari aktivitas manusia. Sebagai contoh adalah limbah industri yang menggunakan tembaga dalam proses produksinya, seperti industri pelapisan logam.

Praktikum Teknik Analisis Pencemaran Limbah Cair dan Lumpur : Analisis Minyak dan Lemak


Capaian Pembelajaran Khusus
Mahasiswa mampu menentukan besarnya kadar minyak dan lemak yang ada dalam air.
 
Dasar Teori
Minyak merupakan senyawa organik yang tidak larut dan tidak bercampur dengan air dikarenakan massa jenisnya. Sedangkan lemak merupakan suatu senyawa organik yang terdapat pada alam yang tidak larut di dalam air, akan tetapi akan larut dalam pelarut organik non polar. Perbedaan minyak dan lemak adalah dalam hal wujudnya pada suhu kamar. Pada suhu kamar, lemak berwujud padat sedangkan minyak berwujud cair.

Tugas Penanganan Sampah (Studi Kasus Bengkel PPNS)



BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga). Dimana seluruh warga kampus Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya menghasilkan berbagai jenis limbah, terutama limbah padat. Limbah padat lebih dikenal sebagai sampah, yang seringkali tidak dikehendaki kehadirannya karena tidak memiliki nilai ekonomis. Bila ditinjau secara Fisik, limbah ini terdiri dari densitas , kadar air , bentuk , ukuran , dll. Dengan konsentrasi dan kuantitas tertentu, kehadiran limbah dapat berdampak negatif terhadap lingkungan terutama bagi kesehatan manusia, sehingga perlu dilakukan penanganan terhadap limbah.

Tugas Penanganan Sampah (Studi Kasus Gedung M, P, dan K PPNS)



BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
      Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga). Limbah padat lebih dikenal sebagai sampah, yang seringkali tidak dikehendaki kehadirannya karena tidak memiliki nilai ekonomis. Bila ditinjau secara kimiawi, limbah ini terdiri dari bahan kimia Senyawa organik dan Senyawa anorganik. Dengan konsentrasi dan kuantitas tertentu, kehadiran limbah dapat berdampak negatif terhadap lingkungan terutama bagi kesehatan manusia, sehingga perlu dilakukan penanganan terhadap limbah. Tingkat bahaya keracunan yang ditimbulkan oleh limbah tergantung pada jenis dan karakteristik limbah.
Limbah padat atau sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah didefinisikan oleh manusia menurut derajat keterpakaiannya, dalam proses-proses alam sebenarnya tidak ada konsep
sampah, yang ada hanya produk-produk yang dihasilkan setelah dan selama proses alam tersebut berlangsung.

Tugas Penanganan Sampah (Studi Kasus Gedung Direktorat dan JPC PPNS)



BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu kegiatan atau proses produksi baik berasal dali industri maupun domestik (rumah tangga), perkantoran, rumah sakit dan lain sebagainya. Limbah padat lebih dikenal sebagai sampah yang seringkali tidak dikehendaki kehadirannya karena tidak memiliki nilai ekonomis. Menurut SNI 19-2454-2002, Sampah adalah limbah yang bersifat padat terdiri dari bahan organik dan nonorganik yang dianggap tidak berguna lagi dan harus dikelola agar tidak membahayakan lingungan dan melindungi investasi pembangunan. Bila ditinjau secara fisik, limbah padat memiliki karaktristik yang terdiri dari densitas (berat spesifik), kadar air (kelembaban), ukuran partikel dan penyebarannya, dan kemampuan menahan air yang ada dalam sampah, serta permeabilitas limbah padat.

Laporan Praktikum Perpipaan Limbah (SPAL) Kota Kediri (Bagian 3)



BAB V

ANALISA PERHITUNGAN

5.1 PERHITUNGAN PROYEKSI PENDUDUK

            Penduduk merupakan faktor penting dalam perencanaan sistem penyaluran air limbah ataupun sistem penyediaan air minum. Karena dari jumlah penduduk maka dapat diperhitungkan kuantitas air minum yang dilayani oleh suatu area pelayanan. Dari jumlah penduduk juga dapat diperhitungan pelayanan sistem penyaluran air limbah pada wilayah tertentu. Untuk itu diperlukan proyeksi penduduk pada tahun perencanaan. Proyeksi penduduk dilakukan 25 tahun agar lebih akurat dan mendekati kenyataan. Proyeksi penduduk dapat dialkukan dengan beberapa metode. Dari data 10 tahun kebelakang jumlah penduduk kota Kediri maka dapat dialakukan perhitungan proyeksi penduduk 25 tahun akan datang.

Laporan Praktikum Perpipaan Limbah (SPAL) Kota Kediri (Bagian 2)



BAB VI

KRITERIA PERENCANAAN

4.1 Umum
Makin meningkatnya kepadatan penduduk di suatu daerah, maka suatu sistem  penyaluran air limbah adalah suatu kebutuhan. 
Sistem penyaluran air limbah merupakan sarana untuk menyalurkan air limbah dari  berbagai sumber seperti rumah tangga, bangunan utama, bangunan komersial dan  bangunan industri yang disalurkan bersama-sama ke pengolahan air limbah yang terletak cukup jauh dan aman dari pemukiman penduduk.

Laporan Praktikum Perpipaan Limbah (SPAL) Kota Kediri (Bagian 1)



BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Meningkatkan aktivitas perkotaan seiring dengan laju pertumbuhan ekonomi masyarakat dan tingginya laju pertumbuhan penduduk akan semakin terasa dampaknya terhadap lingkungan.Penurunan kualitas lingkunagan terus menerus menyudutkan masyarakat pada permasalahan degradasi lingkungan. Kualitas pembuangan air limbah, pengolahan sampah, keterbatasan lahan untuk ruang terbuka hujai dan kesadaran masyarakat atas perubahan iklim menjadi beberapa masyarakat atas perubahan iklim menjadi beberapa masalah yang harus diselesaikan Bersama.

Monday, 17 December 2018

Analisis Perhitungan Debit pada Industri Penyamakan Kulit Di Desa Mojopurno Kecamatan Ngariboyo Kabupaten Magetan



TUGAS PENGOLAHAN BIOLOGIS LIMBAH CAIR NON B3
Nama Kelompok :
1.      M. Fajar Taufiqi          (1016040002)
2.      Rosy Ambarwati         (1016040005)
3.      Farah Fakhar Imtinan  (1016040018)
4.      Rizky Fitria Muliawati (1016040020)
5.      M. Iffan Luthfianto     (1016040021)
6.      Farida Nur Lailiyah     (1016040024)


Analisis Perhitungan Debit pada Industri  Penyamakan Kulit Di Desa Mojopurno Kecamatan Ngariboyo Kabupaten Magetan

Latar Belakang
Kabupaten Magetan merupakan salah satu kabupaten yang memiliki pabrik penyamakan kulit cukup banyak. Salah satunya di Desa Mojopurno Kecamatan Ngariboyo. Pabrik ini setiap harinya mengolah kulit sebanyak 1,5 ton sehingga menghasilkan cukup banyak limbah cair dan membuangnya menuju Sungai Gandong tanpa adanya pengolahan terlebih dahulu. Limbah cair mengandung zat-zat kimia berbahaya sehingga berpotensi untuk mencemari lingkungan terutama sungai Gandong.Diharapkan dalam perhitungan debit air limbah yang dihasilkan dapat digunakan sebagai acuan dalam pembuatan IPAL atau Instalasi Pengolahan Air Limbah

Perhitungan Debit Air Limbah Industri Tekstil




Mata Kuliah              : Pengolahan Biologis Limbah Cair Non B3
Anggota Kelompok   :
1.      Aulia Rahman Adam              (1015040015)
2.      Muhammad Rusydi Arif         (1016040004)
3.      Savaqina Devialmira               (1016040006)
4.      Nina Kurnia ningrum              (1016040008)
5.      Ika Ayu Herlina                      (1016040025)
6.      Lutfiana Afrida                       (1016040028)

A. Gambaran Umum
Industri tekstil dimulai dari industri pembuatan benang (pemintalan), industri pembuatan kain (pertenunan dan perajutan), industri penyempurnaan (finishing) hingga industri pakaian jadi (garmen). Bahan baku industri tekstil dapat menggunakan serat alam baik dari serat serat tumbuhan seperti kapas, serat hewan seperti wol, sutra, maupun dari bahan sintetik lain seperti nilon, polyester, akrilik dan lain-lain.

Monday, 10 December 2018

LAPORAN PENDAHULUAN PRAKTIKUM BAJA BETON DAN FIBER



Oleh:
1.         Moch. Fajar Taufiqi                        1016040002
2.         Dwi Yuli Mulyani                           1016040003
3.         Muh. Rusydi Arif                           1016040004
4.         Okta Salsha M.                               1016040009


PROGRAM STUDI TEKNIK PENGOLAHAN LIMBAH
POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI SURABAYA
2017