Data Pembangkit
Jenis
pembangkit :
Pembangkit Listrik Tenaga Uap
Jumlah Pembangkit : 1
Kapasitas Pembangkit : 660 MW
Pola Operasi : 30 hari beroperasi/24 jam sehari
Jenis Bahan Bakar : Batubara
Kebutuhan Bahan Bakar : 375 ton/jam
Sistem pengirim bahan bakar : Ocean Barge (tongkang)
Sistem Penyimpanan Bahan Bakar : Coal Yard
Sumber Air Baku : Air Laut
Jumlah Pembangkit : 1
Kapasitas Pembangkit : 660 MW
Pola Operasi : 30 hari beroperasi/24 jam sehari
Jenis Bahan Bakar : Batubara
Kebutuhan Bahan Bakar : 375 ton/jam
Sistem pengirim bahan bakar : Ocean Barge (tongkang)
Sistem Penyimpanan Bahan Bakar : Coal Yard
Sumber Air Baku : Air Laut
No
|
Jenis
Sarana
|
Keterangan
|
1
|
Plant
Water System
|
Desalination Plant
System
Tipe : Reverse
Osmosis (RO)
Jumlah : 2 unit Kapasitas Produksi : 2 x 125 m3/jam Storage tank capacity : 2 x 3000 m3 |
2
|
Plant
Water System
|
Desalination Plant
System
Tipe : Reverse
Osmosis (RO)
Jumlah : 2 unit Kapasitas Produksi : 2 x 125 m3/jam Storage tank capacity : 2 x 3000 m3 |
3
|
Open
Cycle Cooling Water System
|
Circulating Water
Sumber : air laut
Inlet Temperatur : 30 oC Raising temperature of condensor : 7 oC
Circulating Water Pump
Jumlah : 2 Kapasitas : 1800 m3/h |
4
|
Steam
Generator
|
Steam Generator
Type : П – type
coal-fired drum boiler with the sub-critical parameter, control cycle,
primary intermediate reheating, four-corner tangential combustion mode,
single furnace balanced ventilation, solid deslagging, all-steel frame.
Amount : 1 Steam Flow : ± 2.187,13 t/h
Induced Draft Fan (IDF)
Type : Adjustable
static blade axial flow type
Amount : 2
Precipitator
Type :Electro Static Precipitator Amount :2 |
5
|
Steam
Turbine System
|
Type : Sub-critical,
once-middle reheat, single-shaft, three cylinder and four stages steam
extraction, condenser type turbine
Amount : 1 Output Flow : 2.064,1 t/h Pressure : 167 bar Vapour Temperature : 538 oC |
6.
|
Condensing
System
|
Condensor
Type : Double Shell and
flow, double back pressure
Amount : 1 Tube Cleaning : Spongeball cleaning system |
7.
|
Condensate
and Feed Water System
|
Condensate Pump
Type : Vertical sleeve
type pump
Amount : 2
Boiler Feed Water
Motor-driven feed water
pump
Type: Sleeve type
multi-stage centrifugal pump
Amount : 1
Steam-driven feed water
pump
Type : Single shaft, single cylinder, new steam chage-over, condensing type Amount : 2 |
8.
|
Ash
Handling System
|
Bottom ash removal
system and fly ash removal system
|
9.
|
Coal
Storage
|
Coal Yard with stacker
reclaimer (live storage and dead storage)
|
10.
|
Air
Quality Control
|
Electrostatic
Precipitator (ESP)
|
11
|
Jetty
|
Dapat menampung
tongkang berkapasitas 12.000 DWT kedalaman 8-10 m, panjang ± 500 m, lebar 15
m dengan konstruksi beton bertulang dan tiang pancang steel pipe
|
12.
|
Transmission
Tower
|
3 unit tower (TT0, TT1,
dan Crusher)
|
13.
|
Coal
Unloading Facilities
|
Batubara dari tongkang
dikirim melalui conveyor langsung ke bunker dan Coal Yard
|
14
|
Jenis
Pembakaran
|
Pulverized Coal
(PC)
|
Proses Utama Pembangkit
Sistem pengisian air ke boiler
berasal dari proses kondensasi uap, dimana air hasil kondensasi uap (steam
condensate) yang tertampung di dalam dipompa oleh Condensate Extraction
pump (CEP) kemudian sebagian dialirkan ke Condensate Polisher Plant
(Unit Pengolahan Air Dengan Penukaran Ion). Setelah itu air dilewatkan ke
pemanas tekanan rendah (LPH-5, LPH-6, LPH-7 dan LPH-8) selanjutnya ke Dearator
Storage Tank (DST). Dari DST, air pengisian boiler dipompa dengan Boiler
Feed Pump (BFP) lalu dilewatkan ke pemanas tekanan tinggi (HPH-1, HPH-2,
HPH-3) kemudian ke economizer, economizer ini menyerap sebagian
gas yang keluar dari boiler untuk pemanasan awal supaya air yang masuk ke Steam
Drum memiliki temperature tinggi yaitu antara 300 oC – 500 oC.
Dari economizer, air masuk ke steam drum. Di dalam steam drum
dihasilkan saturated steam.
Saturated steam
kemudian dilewatkan ke superheater sehingga dihasilkan uap yang benar –
benar kering (superheating steam). Uap kering tersebut dialirkan ke
turbin tekanan tinggi untuk memutar HP Turbin, sisa uap dari HP turbine
dipanaskan lagi di reheater. Dari reheater uap tersebut dialirkan ke
turbin tekanan menengah untuk memutar IP Turbine dan selanjutnya sisa uap dari
IP Turbine dialirkan ke turbin tekanan rendah (LP Turbine) yang terdiri dari
dua buah turbin (LP Turbine A dan LP Turbine B). Poros turbin-turbin tersebut
dijadikan satu untuk memutar generator sehingga menghasilkan tenaga listrik.
Generator PT PJB UBJ O&M PLTU Paiton
menghasilkan tegangan listrik sebesar 20 KV, kemudian dinaikkan oleh Main
Transformer menjadi 500 KV. Daya listrik yang dihasilkan oleh PT PJB UBJ
O&M PLTU Paiton sebesar 660 MW, energi listrik tersebut kemudian disalurkan
ke P3B dan sebagian lagi digunakan untuk pemakaian sendiri, yaitu sekitar 5%
dari daya yang dihasilkan.
Mekanisme proses produksi tenaga
listrik adalah melalui dua tahaap. Tahap pertama, yakni untuk pembakaran awal
digunakan bahan bakar solar dengan tingkat beban dengan 50%. Selanjutnya tahap
kedua, yang merupakan kelanjutan dari tahap pertama adalah menggunakan bahan
bakar batubara hingga mencapai beban 100%. Boiler merupakan tempat pembakaran,
mendapatkan supply air yang diambil dari Laut Jawa (Selat Madura). Pemurnian
(bebas mineral) air dilakukan dengan sistem penyaringan (Reverse Osmosis)
dan sistem penukar ion dalam satu unit pengolahan air, dalam hal ini di Water
Treatment Plant (WTP). Air yang telah bebas mineral dialirkan menuju
boiler, tetapi terlebih dahulu melewati kondensor dan daerator untuk pemanasan
awal. Kemudian air yang telah melewati pemanasan awal dialirkan menuju boiler.
Air yang telah melewati proses pembakaran pada boiler akan menjadi uap.
Uap hasil pemanasan yang telah
benar-benar kering (superheated steam) tersebut dengan tekanan dan
temperatur tertentu dialirkan menuju turbin. Disini uap akan memutar High
Pressure Turbine (HP Turbine), uap bekas dari HP turbine dialirkan kembali
ke boiler untuk dipanaskan kembali. Kemudian uap hasil pemanasan tadi dialirkan
untuk memutar Intermediate Pressure Turbine (IP Turbin). Selanjutnya uap
hasil pemanasan dialirkan untuk memutar turbin Low Pressure Turbin (LP
Turbin). Uap yang keluar dari turbin dikondensasikan didalam kondensor dengan
media pendingin air laut dan dialirkan kembali menuju boiler. Begitu seterusnya
dan siklus tersebut berulang-ulang kembali.
Selanjutnya semua poros turbin (HP Turbine, IP Turbine, dan LP Turbine)
dijadikan satu kemudian dikopel dengan poros generator, sehingga generator
berputar. Perputaran turbin yang menghasilkan tenaga listrik.
No comments:
Post a Comment